Top Reality Episode 4

Top Reality is classified PG, for general reading but some scenes may be unsuitable for children


“Sebelumnya di Top Reality, kesembilanbelas kontestan yang tersisa mencoba untuk tidak tidur selama beberapa hari, yang dimenangkan oleh Carlos dan tim putih dan membuat timnya lolos ke episode berikutnya. Pada akhirnya, Eva harus rela tereliminasi karena ia tidak bisa mengontrol emosinya. Apakah tim putih akan menang lagi, ataukah tim hitam yang akan mematahkan kemenangan berturut-turut mereka? Dan siapakah yang akan tereliminasi selanjutnya? Kita lihat saja di Top Reality!” jelas Ryan

Twelve contestants
One Winner
One billion Rupiah Cash Prize
 Who will win?

Top Reality


Episode 4
Keesokan harinya, masing-masing anggota tim menikmati sarapan mereka di kabin masing-masing, tetapi mereka sangat lelah akibat dari tantangan sebelumnya, terutama Timothy dan Carlos yang paling lelah.
“Selamat pagi, semuanya!” sahut Ryan kepada semua anggota tim hitam.
“Pagi, Ryan…” balas semua anggota tim hitam.
“Kalian tampak lelah, pasti habis tantangan yang episode yang lalu!” kata Ryan.
“Iya, benar sekali…” kata Rachel.
“Saya akan tunggu kalian di lapangan, tantangan untuk episode kali ini akan diadakan di sana.” kata Ryan.
“Aduh, sial…” kata Taylor.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Timothy: “Pertama, gue ga bisa tidur tadi malam, gara-gara tantangan episode yang lalu, kedua, kami disuruh ke lapangan. Gue ngantuk banget lah!”
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kedua tim tiba di lapangan, dan duduk di tempat duduk masing-masing.
“Carlos, bangun!” teriak Snookie.
“Gue ngantuk lah…” kata Carlos.
“Baiklah, kedua tim, di lapangan ini adalah tempat di mana kita akan melaksanakan tantangan episode kali ini, pertama-tama, kalian harus tentukan tim kapten kalian!” perintah Ryan.
“Aku akan jadi tim kapten, karena sepertinya tantangan ini berhubungan dengan olahraga!” kata Johan.
“Aku akan jadi kapten tim lagi.” kata Rachel.
“Baiklah, kapten tim putih adalah Johan, dan kapten tim hitam adalah Rachel lagi. Dan saya akan menjelaskan tantangan pada episode kali ini, kalian akan bermain dodgeball!” kata Ryan.
Semua kontestan hanya bertepuk tangan.
“Kalian akan memainkan maksimal lima babak, tim yang menang tiga babak dipastikan lolos ke babak selanjutnya. Oh ya, kalian harus mempunyai lima pemain yang akan bermain dodgeball.” kata Ryan.
“Aku akan main, siapa yang mau?” tanya Johan.
Audrina, Felicia, Oli dan Snookie mengacungkan tangan.
“Baiklah, gue, Dominic, William, Taylor dan Luna yang akan main!” kata Rachel.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Oli: “Oke, Johan pasti jago banget dalam bermain dodgeball, kemungkinan kita bisa menang!”
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Babak pertama akan segera dimulai.
“Babak pertama dimulai dari sekarang!” seru Ryan. Ia melemparkan keempat bola kearah Johan dan Rachel.
“Baik, tim, serang!” perintah Johan sambil mengoper kedua bola kearah Oli dan Snookie.
“Felicia!” panggil Snookie mengoper bola.
“Yak, dapat!” seru Felicia, lalu ia melempar bola ke arah Taylor. “Terima ini!” Tetapi malah kena William. “OOPS!”
William keluar dari permainan. Tim hitam tersisa empat orang pemain yang bertahan.
“William, maafin gue!” seru Felicia menghampiri William, tetapi ia terkena bola yang dilemparkan oleh Dominic. Tim putih tersisa empat orang pemain yang bertahan.
“Ga apa-apa, Felicia.” jawab William, lalu ia terkena bola lemparan Oli. Tim hitam hanya tersisa tiga orang pemain.
“Ayo kita pergi keluar.” kata Felicia mengajak William keluar lapangan.
“Apa!?” teriak Snookie, dan ia terkena bola dari Dominic. Tim putih hanya tersisa tiga orang pemain.
“Terima ini!” teriak Johan sambil melemparkan bola, namun Dominic menahannya dengan bola yang dipegangnya, berarti Johan gugur dan tim putih tersisa dua orang pemain. “Ayolah!”
“Serang mereka!” teriak Rachel. Lalu ia, Dominic dan Luna melemparkan bola ke arah Oli dan Audrina. Audrina juga melemparkan bola, tapi ia kena. Sementara Oli menahan bola lemparan Dominic dengan bola yang dipegangnya, yang berarti Dominic gugur. Luna terkena bola dari Audrina. Kedua tim hanya memiliki satu orang pemain yang masih bertahan.
“SIap untuk kalah, Oli?” tanya Rachel.
“Tidak, dan bersiaplah untuk kalah, Rachel!” teriak Oli sambil melemparkan bola ke arah Rachel bertepatan dengan Rachel melemparkan bola ke arah Oli. Rachel kena bola, sementara Oli menghindar. Berarti tim putih memenangkan babak pertama. Skor 1-0 untuk tim putih.
“YEAAAAAAAAAAAH!!!” seru semua anggota tim putih, kecuali Felicia yang pergi ke luar lapangan.
“Baiklah, semuanya, kalian bagus banget, tapi kita butuh dua kemenangan lagi untuk lolos ke episode berikutnya! Sekarang gue, Oli, Kevin…” kata Johan.
“Tidak, gue jadi sukarela, jadi gue ga main. Ayo, tim putih, WOO HOO!” kata Kevin.
“Kalo gitu, sisanya Lil Shawna, Carlos and Katie!” kata Johan.
“Oh man!” seru Carlos mengantuk.
“Permainan macam apa itu!? Loe ga bisa main apa!?” teriak Rachel.
“Mereka terlalu kuat…” kata Taylor.
“Kita bangunin senjata rahasia kita!” usul Dominic.
“Jangan dulu, kita bertanding saja dulu! Jadi gue lagi, Gustav, Miranda, Dominic dan Luna.” kata Rachel.
Babak kedua dimulai saat Ryan melemparkan kedua bola ke arah Rachel dan Johan.
“Ini lemparan pertama!” seru Rachel sambil melemparkan bola ke arah Oli.
“Oh man, ngantuk…” kata Carlos, lalu ia terkena bola lemparan Rachel.
“Carlos! Carlos, kau baik-baik saja, bro?” tanya Oli.
“Aku ga apa-apa, dan ngantukku hilang!” jawab Carlos.
“Aku senang melihatmu tidak mengantuk lagi!” seru Oli, lalu ia terkena bola juga yang mengakibatkannya ia gugur. Tim Putih tersisa tiga orang pemain.
“Terima ini!” teriak Lil Shawna sambil melemparkan bola ke arah Rachel, namun Gustav menahannya dengan bola yang dipegangnya. Tim putih tersisa dua orang pemain.
Lalu Gustav melemparkan bola, namun Johan menahannya dengan bola yang dipegangnya dan membuat tim hitam tersisa empat orang anggota lagi.
“HI YA!” teriak Miranda melempar bola, tetapi ia melempar jarak pendek.
Lil Shawna mengambil bola tersebut dan melemparkannya ke arah Miranda. Tim hitam tersisa tiga orang pemain. “AYO!”
Lalu Johan, Lil Shawna, Katie, Rachel, Dominic dan Luna saling melemparkan bola, hingga semuanya kecuali Johan terkena bola. Skor 2-0 untuk tim putih.
“HOREEEEEEE!!!” teriak semua anggota tim putih.
Tim hitam sudah pesimis bahwa mereka akan kalah.
“Jangan pesimis gitu dong! Kita belum kalah, kita masih ketinggalan dua kemenangan, ini kesempatan kita!” kata Rachel.
“Kapten, kita ga bisa mengalahkan mereka, mereka terlalu kuat.” kata Miranda.
“Miranda, loe salah, kita bisa mengalahkan mereka, kita pasti bisa!” kata Rachel.
“Kalau begitu, kita bangunkan Timothy!” kata Dominic.
Tim hitam berusaha untuk membangunkan Timothy, dan akhirnya berhasil.
“Berapa skornya?” tanya Timothy.
“Kami tertinggal dua kemenangan, jadi kami butuh bantuanmu!” jawab Rachel.
“Baiklah, Rachel, kau yang menentukan!” kata Timothy.
“Gue, Timothy, Miranda, Dominic dan Gustav.” kata Rachel.
“Gue ga akan main, go, tim putih!” kata Kevin.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Snookie: “Kevin begitu mengesalkan! Ia ga mau main, dan omong-omong mana Felicia?”
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
“Baiklah, yang main lagi adalah aku, Snookie, Carlos, Katie dan Mike.” kata Johan.
“Satu kemenangan lagi!” seru Snookie, Carlos, Katie dan Mike.
Babak ketiga akan dimulai.
“Para pemain, kali ini saya akan melemparkan masing-masing dua bola untuk kalian, dan babak ketiga dimulai!” seru Ryan. Ia melemparkan masing-masing dua bola untuk kedua tim.
Johan dan Snookie melempar bola terlebih dahulu, tetapi tidak kena.
“Siap, semua?” tanya Rachel.
Lalu Rachel, Timothy, Miranda dan Dominic melemparkan keempat bola secara bersamaan. Sehingga Carlos, Katie, Mike dan Snookie terkena bola.
“Selamat tinggal!” teriak Rachel sambil melemparkan bola ke arah Johan, lalu Johan terkena bola, dan tim hitam memenangkan babak tersebut. Skor menjadi 2-1.
“Apa-apaan itu tadi!?” teriak Snookie.
“Apa yang terjadi!? Mereka yang kuat!” teriak Katie.
“Teman-teman, lupakan yang tadi, kita jangan sampai meremehkan mereka! Kita pasti bisa mengalahkan mereka!” seru Johan.
Babak keempat dimulai, Rachel mengoper bola ke arah Timothy yang melemparkannya ke arah Johan. Rachel melemparkan bola ke arah Oli. Lalu Rachel dan Timothy melemparkan bola ke arah Katie dan Snookie secara bersamaan. Akhirnya, Timothy melemparkan bola ke arah Carlos dan memenangkan babak tersebut.
“Baiklah, skornya telah menjadi 2-2, dan saatnya babak TIE BREAK, dimana semua anggota tim harus bermain!” seru Ryan.
“Mana si Felicia? Sial, gue cari dia deh!” kata Snookie.
“Dia ga balik-balik juga.” kata Lil Shawna.
Snookie pergi ke luar lapangan, dan ia menemukan Felicia sedang bemesraan dengan William.
“William, aku mencintaimu…” kata Felicia.
“Aku juga.” kata William, lalu ia mau mencium bibir Felicia, tapi…
“FELICIA!!!” teriak Snookie.
Felicia menyahut “Hai, Snookie, coba tebak, gue suka sama William!”
“Udah gue bilang di episode sebelumnya kalo loe ga boleh kencan sama dia!” teriak Snookie.
“Hei, loe jangan coba-coba ganggu pacar gue! Atau ga…” teriak William.
Lalu Snookie melempar perahu ke arah William hingga ia K.O.
“Baby, loe baik-baik aja?” tanya Felicia.
“Ayo!” teriak Snookie menarik Felicia ke lapangan.
“Jika kalian memenangkan babak ini, kalian lolos ke episode berikutnya, dan juga kalian akan mendapatkan hadiah khusus berupa iPad untuk masing-masing anggota. Babak TIE BREAK dimulai dari sekarang!” teriak Ryan.
Semua kontestan kecuali Kevin mulai bermain dodgeball, kedua tim saling lempar-melempar.
William melempar bola ke arah Carlos, namun ia tidak menyadari bahwa Felicia ada di sana dan terkena bola lemparannya. Kemudian ia menemui Felicia. “Baby, loe baik-baik aja?”
“Gue ga apa-apa, Baby, gue baik-baik aja.” jawab Felicia.
Lalu Lil Shawna melempar bola ke arah William langsung yang mengakibatkan William gugur.
“Bodoh!” teriak Rachel. Lalu ia terkena bola lemparan Carlos.
“Yes!” seru Carlos.
“Baiklah, gue ga ikutan.” kata Kevin, namun ia terkena bola lemparan Timothy.
Beberapa menit kemudian, hanya tersisa Carlos, Oli dan Johan dari tim putih, sementara dari tim hitam tersisa Luna, Timothy dan Gustav.
“Terima ini!” teriak Timothy sambil melempar dua bola sekaligus. Oli dan Carlos terkena kedua bola tersebut dan gugur.
Johan membalas melempar dua bola sekaligus yang membuat Timothy dan Luna gugur.
“Tinggal Gustav!” teriak Rachel.
“Kita ga mungkin menang!” teriak Timothy.
Johan melempar bola ke arah Gustav, namun Gustav menghindar. Johan terus menerus melempar bola, tapi Gustav terus menghindar.
“Timeout!” seru Rachel.
Gustav menemui rekan timnya.
“Gustav, loe bagus banget, tapi loe jangan Cuma menghindar, loe pegang bola dan tahan lemparannya!” usul Rachel.
“Oke, Rachel, gue akan lakukan usul loe!” kata Gustav, lalu ia kembali ke lapangan dan mengambil sebuah bola.
Johan melemparkan bola ke arah Gustav, dan kali ini kena Gustav hingga bola yang dipegangnya terlempar.
“OH!” teriak semua anggota tim hitam.
Lalu Gustav terjatuh, ia pikir bahwa timnya sudah kalah.
“Tunggu, kita perlu lihat lewat Instant Replay!” seru Ryan.
Di dalam tayangan ulang, Johan melempar bola, lalu diketahui bahwa Gustav menahannya dengan bola yang dipegangnya.
“Selamat untuk tim hitam! Kalian lolos ke episode berikutnya, ditambah masing-masing anggota tim mendapatkan iPad!” seru Ryan.
“YEAAAH!!” seru semua anggota tim hitam.
“Tim putih, ada apa dengan kalian? Kalian merupakan tim terlemah pada episode kali ini, dan saya ingin menemui kalian di kuil Campfire pada jam sembilan malam!” kata Ryan.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Carlos: “Ada dua nama yang mungkin aku vote, pertama, Felicia, aku dengar dari Snookie bahwa ia sedang bemesraan dengan William pada saat ia tidak di lapangan. Kedua, Kevin, ia ga mau main sama sekali. Aku akan vote salah satu dari mereka.”
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Pada jam sembilan malam, semua anggota tim putih tiba di kuil Campfire.
“Tim putih, kalian adalah tim terlemah pada episode kali ini, dan ini kekalahan pertama kalian. Saya sudah menyediakan sembilan tusuk sate untuk kalian. Saat saya memanggil nama kalian, kalian harus ambil salah satu tusuk sate dan kalian lolos ke episode berikutnya. Jika kalian tidak kebagian, berarti kalian memiliki vote yang paling terbanyak dan kalian harus melangkah menuju dermaga penyesalan dan pulang. Pertama-tama, saya akan panggil Carlos,…” jelas Ryan.
Carlos mengambil sate pertama.
“…Oli, Katie, Johan, Lil Shawna, Audrina, Mike dan Snookie.” lanjut Ryan.
Tinggal Felicia dan Kevin yang belum kebagian sate.
“Berarti Felicia dan Kevin memiliki vote yang paling banyak, jika saya panggil salah satu nama kalian, kalian berhak mendapatkan sate terakhir ini dan lolos ke episode berikutnya. Dan selamat untuk…” jelas Ryan.
Felicia sangat tegang, sedangkan Kevin santai saja.
“…Felicia, kau lolos ke episode berkutnya.” lanjut Ryan.
“Apa, apa kata loe!?” teriak Kevin.
“Kevin, maafkan saya, tapi kau yang memiliki vote yang paling banyak, silahkan rapihkan barang-barangmu dan pulanglah.” kata Ryan,
“Kalian takkan melupakan ini!” teriak Kevin, lalu ia melangkah menuju dermaga penyesalan.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Selanjutnya di Top Reality, kedua tim mengutus masing-masing tiga orang wakil untuk tampil di tantangan adu bakat. Tim putih lancar-lancar saja.
Lagu “Boom Boom Pow” dari Black Eyed Peas sudah mulai dimainkan bertepatan dengan Mike mulai menari Foxtrot dan Hip-Hop. Ia menunjukkan tarian yang tak kalah keren.
“YEAAAAAAAAAH!!!” seru semua kontestan.
Carlos menyanyi “…but a day without you is like a year without rain. oooooooh oooooooooooooooooooooh...”
Dan sebaliknya, kekacauan terjadi pada tim hitam.
Namun, suara William mulai serak “Oh, oh, oh, I'll get him hot, show him what I've got.” Seorang juri menyalakan tombol X untuk William.
Taylor mulai tampil di panggung, ia akan bernyanyi, namun ia malah bersendawa.
“Oh tidak!” kata Rachel.
Pada akhirnya, salah satu kontestan akan tereliminasi.

Comments

Popular Posts