Top Reality Episode 7

Top Reality is classified PG, for general reading but some scenes may be unsuitable for children

“Sebelumnya di Top Reality, kedua tim merasakan camping di luar dan tidak tidur di kabin, namun terjadi kekacauan pada kedua tim, beruang mengincar semua anggota tim putih, sedangkan tenda tim hitam terbakar, ditambah lagi Miranda dan Luna tidak bersama anggota tim hitam yang lain yang menyebabkan mereka kalah, dan akhirnya, Luna harus tereliminasi dan ini menyebabkan Miranda sangat sedih karena kehilangan sahabatnya. Lima belas orang masih bersaing untuk satu milyar Rupiah. Siapa yang akan tereliminasi berikutnya? Temukan jawabannya di Top Reality!” jelas Ryan.

Twelve contestants
One Winner
One billion Rupiah Cash Prize
 Who will win?

Top Reality

Episode 7

“HUWAAAA!!!” teriak Miranda menangis.
“Kata Luna kau harus berjuang, ayo, kita kembali ke kuil.” kata Taylor. Ia menarik Miranda.
“TIDAK!! LUNA, AKU AKAN MERINDUKANMU!!” teriak Miranda.
“HUWEEEE!!!” teriak Miranda menangis saat kembali ke kuil.
“Tadi itu salam perpisahkan yang sangat panjang.” kata Taylor.
Lalu semua anggota tim putih datang.
“Apa mau loe?” tanya Rachel.
“Kurasa bosan juga nonton film aja.” jawab Johan.
“Jadi kita ke sini.” kata Audrina.
“Oh ya, aku udah buat jelly hijau yang kayak slime buat kita semua!” kata Carlos sambil menunjukkan jelly tersebut kepada Rachel.
“EWWWW! Maksudku, makasih, aku udah kenyang.” kata Rachel.
“Apa loe jijik sama slime?” tanya Timothy.
“Ya ga lah! Gue ga takut apa=apa!” jawab Rachel.
“Lho, sejak kapan ada ulat di sini?” kata Carlos, lalu ia mengambil ulat tersebut dan membuangnya di depan Dominic.
“AAAAAAAAAAARRRRRRRRRGH!!!” teriak Dominic.
“Dom, loe takut sama ulat ya?” tanya Taylor.
“Gue fobia sama ulat, apalagi ular!” jawab Dominic.
“Kalo ngomongin soal ketakutan, gue takut sama ayam.” kata William.
“Jadi kau takut sama ayam?” tanya Oli.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Oli: “Kenapa tiba-tiba kita ngomongin soal ketakutan kita, ya? Misalnya, Snookie takut sama pegulat sumo, kalo aku takut sama, lihat aja.”
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
“Gue takut kalo gue sendirian di hutan.” ungkap Taylor.
“Gue takut sama laba-laba.” kata Lil Shawna.
“Kalo gue takut kalo melangkah di ketinggian!” kata Felicia.
“Aku takut dengan wig bekas potongan rambut.” kata Miranda masih bersedih.
“Baiklah, gue berubah pikiran, wig bekas potongan rambut lebih buruk daripada ketinggian!” kata Felicia.
“Aku takut kalo dikubur hidup-hidup.” kata Carlos.
“Baik, sebenernya aku sama takutnya dengan Carlos, tapi pocong lebih mengerikan!” kata Oli.
“Aku takut kalo naik pesawat atau helikopter rusak!” kata Johan.
“Hei, gue juga!” kata Katie.
“Sebenernya gue jijik sama serangga.” kata Audrina.
“Kalo gue, gue takut sama ninja.” kata Gustav.
“Loe ngapain ngomong kayak gituan? Loe ga perlu takut atau jijik!” kata Timothy.
“Apa kau takut sama sesuatu, Timothy?” tanya Carlos membuat semua kontestan penasaran.
“Baiklah, gue takut sama Dora the Explorer.” jawab Timothy.
“Dora the Explorer??” ulang Felicia.
“Jangan ulang ah!” kata Timothy.
Keesokan harinya, Ryan membangunkan semua kontestan sehingga semuanyaberkumpul di kuil. Ryan sangat terlihat angkuh.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Felicia: “Gue lihat Ryan, dan ia terlihat sangat angkuh banget.”
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
“Semuanya, saya telah mendengar pembicaraan kalian tadi malam, kalian masing-masing memiliki ketakutan, dan ketakutan ini akan menjadi tantangan kalian! Semua anggota tim harus menghadapi ketakutannya, jika berhasil, satu point untuk tim kalian. Jika kalian memiliki point terbanyak, kalian memenangkan tantangan episode kali ini dan berhak berlangganan Indovision gratis selama enam bulan, ditambah, Indovision akan ada di kabin kalian!” jelas Ryan.
“Kita harus mendapatkannya kali ini!” teriak Timothy.
“Ditambah untuk tim hitam, jika kalian menang, kalian tidak hanya mendapatkan Indovision, kalian juga akan mendapatkan Sony Bravia!” jelas Ryan.
“YEAAAAAAAAAAAH!!!” teriak semua anggota tim hitam.
“Tapi, kalian perlu menghadapi ketakutan kalian, misalnya, Snookie harus melawan pegulat sumo.” kata Ryan.
Snookie memuntahkan minumannya.
“Baiklah, saya akan namakan tantangan ini ‘Fear Factor’!!” seru Ryan.
Pertama-tama, Audrina harus melompati kolam yang penuh dengan ulat.
“Menjijikan…” kata Lil Shawna.
Audrina menganggap ini tidak masalah, ia melompati ke kolam tersebut dan ia berhasil, skor 1-0 untuk tim putih.

Sementara itu, Miranda dan Felicia tengah bersiap untuk memakai wig bekas potongan rambut.
“Kalian harus memakai ini selama tiga puluh menit!” perintah Ryan sambil memakaikan wig tersebut kepada Felicia dan Miranda.
Johan dan Katie tiba di depan pesawat kuning yang sudah sangat rusak, lalu Ryan tiba dan memaksa mereka naik ke pesawat tersebut dan menyalakan mesinnya. Pesawat tersebut mulai terbang.
“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRGH!!!!” teriak Johan dan Katie.
Gustav bertemu dengan tiga orang ninja, ia mulai menyerang ninja-ninja tersebut, ia memukul ketiga ninja tersebut, dan salah satu ninja melemparnya keluar. Gustav gagal menghadapi ketakutannya.
Kembali ke luar, Lil Shawna sangat ketakutan saat ia melihat Ryan berkostum serangga.
“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRRGH!!!” teriak Lil Shawna berlari, ia gagal.
Snookie harus berhadapan dengan pegulat sumo yang asli. Ia terlihat ketakutan.
“SIAP, MULAI!” seru Ryan.
Pegulat sumo tersebut berlari menghadapi Snookie, sementara Snookie merunduk ketakutan, dan pegulat sumo tersebut terpeleset dan terlempar. Skor 2-0 untuk tim putih.
Taylor memulai tantangan sendirian di hutan, ia harus bertahan selama tiga jam.
“AH!” teriak Taylor saat ia melihat seekor berang-berang dan menendangnya.
Kita beralih ke pantai, Carlos siap untuk dikubur hidup-hidup saat ia berbaring di dalam peti.
“Kau butuh lima menit untuk menyelesaikan tantangan ini!” kata Ryan.
“Carlos, kau akan baik-baik saja, kau harus hadapi ketakutanmu, bro.” kata Oli.
“Oli, kau tetap di sini, aku takut, dan apalagi kau temanku.” kata Carlos.
“Aku janji.” kata Oli sambil memberikan sebuah walkie talkie kepada Carlos.
Ryan menutup peti tersebut dan mengubur Carlos hidup-hidup.
Kembali ke kuil, Dominic telah bersiap untuk menghadapi ketakutannya.
“Dom, loe ga perlu takut, loe harus tenang, tarik nafas, dan keluarkan, selamat berjuang!” kata Rachel.
Ryan mengeluarkan seekor ular.
“Gue ga perlu takut, ga perlu takut!” kata Dominic, ia melangkah, dan ia mengelus kepala ular tersebut. Skor akhirnya menjadi 2-1.
Kembali ke Carlos dan Oli, sudah tiga menit Carlos dikubur.
“Carlos, katakan padaku, kau baik-baik, bro?” tanya Oli.
“Ya, begitulah, dan aku ingin tanya, bro. Kenapa kau takut sama pocong?” tanya Carlos.
“Karena temanku sering banget nonton film pocong, tapi aku takut dan semuanya menertawakanku, sebenernya mereka takut.” jawab Oli.
“Sejujurnya, aku ga akan ngetawain, jujur, aku juga takut pocong, tapi ga setakut kamu, bro.” kata Carlos.
Tiba-tiba sebuah pocong muncul di depan Oli.
“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRRRRRRRGH!!!” teriak Oli berlari dan menjatuhkan walkie talkienya.
“Oli?” panggil Carlos.
Ryan mengundang seseorang berkostum seperti Dora dari Dora the Explorer.
“Timothy, loe ga boleh takut, itu Cuma orang berkostum seperti Dora, loe biasa aja!” kata Rachel.
Lalu Timothy melangkah dan menemui orang tersebut. “Hei, Dora.” sapanya, skor menjadi 2-2.
“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRGH!!!” teriak Oli berlari, lalu ia terpeleset ke laut.
Pocong tersebut berhenti.
“HA! Kau ga mau nunjukin wajah aslimu, kan? Kau ga bisa jadi pocong kalo kau nunjukin wajah aslimu!” kata Oli.
Lalu pocong tersebut pergi, dan membuat tim putih kembali memimpin dengan skor 3-2.
“Carlos!” teriak Oli kembali ke tempat dimana Carlos dikubur.
“Oli, ada apa?” tanya Carlos.
“Aku tadi dikejar sama pocong, bro, maaf.” jawab Oli.
“Oli, kayaknya udah lima menit, panggil Ryan!” teriak Carlos.
“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRGH!!!” teriak Johan dan Katie saat pesawat tidak akan mendarat dengan aman, lalu pesawat tersebut mendarat dan mereka segera berlari menjauhi pesawat tersebut. Skor menjadi 5-2, lalu pesawat tersebut hancur dan terbakar.
“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRGH!!!” teriak Taylor berlari dari hutan saat ia tahu hutannya terbakar, ia gagal menghadapi ketakutannya.
“Ryan, kau harus mengeluarkan Carlos!” teriak Oli.
“OOPS! Aku lupa tentang itu, ambilkan sekop!” teriak Ryan.
Oli mengambil dua buah sekop dan memberikan salah satu sekop tersebut kepada Ryan. Mereka menggali tanah untuk mengeluarkan Carlos, akhirnya Ryan membuka peti tersebut dan berhasil mengeluarkan Carlos.
“Akhirnya!” teriak Carlos sambil menarik nafas, skor menjadi 6-2.
“Bro, syukurnya kau baik-baik saja!” teriak Oli.
“Semoga aku ga dikubur lagi hidup-hidup.” kata Carlos.
Setelah tiga puluh menit, Felicia dan Miranda tiba di kamar mandi.
“Satu, dua, tiga!” teriak Felicia dan Miranda melepaskan wig mereka. Skor menjadi 7-3.
“Horee! Mungkin gue bisa jadi sahabat loe, Miranda.” kata Felicia.
“Makasih, Felicia, kau udah kuanggap sahabat!” teriak Miranda sambil memeluk Felicia.
“Oh…” kata Felicia.
William tengah bersiap untuk menghadapi ketakutannya.
“William, ini tantanganmu, kau harus duduk dikelilingi oleh ayam-ayam, jadi kau harus duduk selama tiga menit!” kata Ryan.
William mulai duduk dikelilingi oleh ayam-ayam, setelah beberapa detik… “AAAAAAAAAAAAAARRRRRRRGH!!!” teriaknya berlari, lalu ia mengisap jempolnya, dan ia gagal.
“Berhenti bertingkah kayak bayi!” teriak Rachel.
“Tunggu dulu, skornya 7-2, kan? Berarti kita udah jauh!” kata Johan.
“Tunggu, kita punya satu tantangan lagi, yang berarti Rachel!” teriak Ryan.
“Apa? Gue? Gue ga takut apa-apa!” kata Rachel.
“Tapi kau terlihat sangat takut dengan slime…” kata Ryan.
Ryan telah menyiapkan kolam penuh slime.
“Baiklah, Rachel, jika kau berhasil, aku akan menambah enam point untuk timmu, ini kesempatan timmu untuk menang!” kata Ryan.
“Baiklah…” kata Rachel ketakutan. Ia menaiki tangga dan siap melompat ke kolam tersebut, dan… “Tidak.” Rachel memutuskan untuk tidak melakukannya.
“Berarti tim putih memenangkan tantangan episode kali ini, dan juga Indovision di kabin mereka dan di rumah mereka, gratis!” teriak Ryan.
“YEAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAH!!!” teriak semua anggota tim putih.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Lil Shawna: “Yeah, kita dapet Indovision, baby!”
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Pada jam sembilan malam, tim hitam tiba di kuil Campfire.
“Tim hitam, sekali lagi kalian adalah tim terlemah dalam episode kali ini, hanya dua orang anggota yang berhasil menghadapi ketakutannya. Baiklah, saya akan membagikan sate ini, saat saya memanggil nama kalian, kalian ambil sate ini dan kalian lolos ke episode berikutnya. Pertama, saya ucapkan selamat untuk Timothy, Miranda dan Dominic yang berhasil menghadapi ketakutannya.” jelas Ryan. Dominic, Miranda dan Timothy mengambil sate dari Ryan. “Dan sebaliknya, Rachel, William, Taylor dan Gustav, kalian gagal menghadapi ketakutan kalian, seperti yang kalian tahu, namanya yang tidak disebut dan tidak mendapatkan sate ini berarti ia memiliki vote paling banyak, ia harus kembali ke kabin untuk mengemas barangnya dan segera melangkah menuju dermaga penyesalan. Saya akan bagikan sate ini kepada… Taylor dan Gustav.”
“Terima kasih, Ryan.” ucap Taylor. Ia dan Gustav mengambil sate. Hanya tinggal satu sate lagi.
“Rachel dan William, silahkan berdiri!” perintah Ryan. Mereka berdua berdiri. “Kalian adalah anggota paling terlemah pada episode kali ini, salah satu dari kalian memiliki vote terbanyak. Rachel, kau mengatakan bahwa kau tidak takut apapun, tapi kau berbohong, ternyata kau takut dengan slime. William, kau mengatakan bahwa kau takut dengan ayam, namun saat menghadapi tantanganmu, kau berlari beberapa detik kemudian.” jelas Ryan.
“Ya, gue benar-benar takut.” kata William.
“Dan selamat untuk…” ucap Ryan.
Rachel dan William sama-sama tegang.
“…Rachel, kau boleh tinggal selama satu episode lagi.” lanjut Ryan.
“Terima kasih.” ucap Rachel sambil mengambil satenya.
“Rachel, kau tidak boleh berbohong, jika kau berbohong, maka tidak ada teman yang akan mempercayaimu.” kata Ryan.
“Ya, Ryan, terima kasih.” ucap Rachel.
“William, maaf, kau memiliki vote terbanyak, ditambah kau tidak bisa menghadapi ketakutanmu, silahkan kemas barangmu dan pulang.” kata Ryan.
Setelah William menaiki kapal dari dermaga penyesalan, ia sangat sedih, namun ia melihat beberapa ayam.
“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRGH!!!” teriak William.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Felicia: “Makasih, William, I love you, baby!”
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Selanjutnya di Top Reality, kedua tim mulai bermain paintball
“Yes!” teriak Carlos, Oli dan Johan.
Felicia terus istirahat setelah 50 meter melangkah.
“Aduh, aku cape banget, bisakah kita istirahat sebentar?” tanya Felicia.
“Aduh, ini baru sekitar lima puluh meter, masa kau udah cape lagi?” tanya Carlos.
Audrina mulai bertengkar dengan Snookie.
“Loe udah keterlaluan banget, Snookie! Gue denger kata Carlos, ia bener banget, loe cuma ngandalin gue, loe mau apa sih, jadi juara dan mendapatkan satu milyar Rupiah dengan cara kayak gitu, hah!?” teriak Audrina.
“Loe tega banget berkhianat!!!” teriak Snookie.
Pada akhirnya, salah satu dari mereka akan dipulangkan.

Comments

Popular Posts