Top Reality Episode 6

Top Reality is classified PG, for general reading but some scenes may be unsuitable for children


“Sebelumnya di Top Reality, kedua tim mengutus masing-masing tiga orang anggota, dari Mike yang menari Foxtrot dan Hip-Hop, Carlos yang menyanyikan lagu ‘A Year Without Rain’, William menyanyikan ‘Poker Face’ namun suaranya serak, Taylor malah bersendawa, dan yang lebih buruk adalah Snookie membacakan diary Lil Shawna, sampai Gustav nge-beatbox dan membuat para juri dan kontestan lainnya kagum yang diumumkan sebagai pemenangnya. Pada akhirnya, Mike harus rela tereliminasi dan pulang. Tinggal enam belas kontestan lagi, dan siapakah yang akan tereliminasi berikutnya? Lihat saja di episode kali ini dalam Top Reality!” jelas Ryan.

Twelve contestants
One Winner
One billion Rupiah Cash Prize
 Who will win?

Top Reality

Episode 6
Keesokan harinya, Miranda dan Luna baru bangun tidur.
“Pagi, Luna.” sapa Miranda.
“Pagi, Miranda.” sapa Luna.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Luna: “Miranda dan aku udah resmi menjadi BFF, alias Best Friend Forever. Gue senang banget.”
Miranda : “Luna merupakan temanku yang paling dekat pertama di reality show ini, aku menyapa dia.”
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sementara itu, Oli dan Carlos sedang bermain Gran Turismo 5, akhir-akhir ini mereka sering bermain game tersebut.
“Yes, aku menang!” seru Oli.
“Oh, ayolah, tinggal dikit lagi!” kata Carlos.
Lalu terdengar suara Ryan “Para kontestan harap berkumpul di kuil Campfire!”
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Carlos: “Tiap pagi, aku dan Oli udah kebiasa main Gran Turismo 5 sebelum menunggu tantangan, udah jadi kebiasaan.”
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Semua kontestan akhirnya berkumpul di kuil Campfire.
“Baiklah, semuanya, bersiap untuk tantangan kalian, kalian tidak akan tidur di kabin kalian malam ini!” kata Ryan.
“Aduh!” teriak semua kontestan.
“Tapi, kalian akan tidur di tenda, atau disebut camping, saya akan memberi tugas pertama untuk kalian, di gudang, sudah ada perlengkapan berkemah, termasuk tenda, makanan, minuman, maupun obat-obatan. Kalian punya lima menit untuk mengambil perlengkapan tersebut. Sebelumnya, siapa yang mau jadi kapten tim?” jelas Ryan.
Timothy dan Carlos mengacungkan tangan.
“Timothy, kau akan menjadi kapten tim hitam, dan Carlos, kau akan menjadi kapten tim putih.” kata Ryan.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Timothy: “Kayaknya ga enak kalo kaptennya Rachel terus, jadi gue memutuskan untuk menjadi kapten, sebenernya udah lama gue ingin jadi kapten.”
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
“Saya akan beri kalian satu menit untuk berdiskusi apa saja yang akan kalian bawa, dan dimulai dari sekarang!” seru Ryan.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Carlos: “Udah lima menit untuk ngambil barang, eh, ternyata satu menit untuk diskusi, sepertinya waktunya ga akan cukup.”
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
“Oke, tim putih, kita akan bawa tenda, makanan ringan, minuman dan juga obat-obatan.” kata Carlos.
“Gimana dengan makan malamnya?” tanya Audrina.
“Kita ambil Indomie.” jawab Carlos.
“Baik, kita akan ambil tenda, sereal, makanan ringan dan minuman.” kata Timothy.
“Ya!” seru semua anggota tim hitam.
“Baiklah, pencarian barang dimulai dari sekarang!” seru Ryan.
Semua kontestan berlari ke gudang dan mencari barang yang mereka perlukan.
Snookie mengambil delapan bungkus Indomie goreng. “Indomie goreng, check!” katanya.
“Oke, kita akan ambil Hansaplast, Betadine dan kain kasa.” kata Felicia sambil mengambil obat-obatan.
“Tendanya! Oli, tolong aku mengambil tendanya!” kata Carlos. Ia dan Oli mengangkat tenda tersebut keluar.
“Dominic, William, tolong bantu gue angkat tendanya!” perintah Timothy. Ia, Dominic dan William mengangkat tenda yang satunya lagi.
“Baik, mana minumannya??” kata Johan.
“SATU MENIT LAGI!!” teriak Ryan tiba.
“Oh tidak, mana minumannya!” teriak Johan.
“Oke, semua udah, kita balik ke kuil campfire!” kata Timothy. Ia beserta semua anggota tim hitam kembali ke kuil Campfire.
“Aha! Minute Maid Pulpy Orange!” seru Katie, ia mengambil delapan botol Minute Maid Pulpy Orange.
“WAKTU HABIS!” seru Ryan.
Setelah tim putih kembali ke kuil Campfire, Ryan mulai menjelaskan tantangan berikutnya. “Semuanya, kalian akan menginap di luar kabin selama semalam dan kalian harus kembali ke sini. Tim pertama yang pertama sampai sini adalah pemenangnya dan mendapatkan lima film dalam Blu-Ray dan lima film 3D dalam Blu-Ray untuk kalian tonton, ditambah Sony Blu-Ray Player terbaru. Tim hitam, jika kalian memenangkan tantangan ini, kalian juga akan mendapatkan Sony Bravia NX810 LED TV untuk menonton film.”
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Taylor: “Ini kesempatan kita untuk mendapatkan hiburan selama reality show ini berlangsung! Kita akan nonton film kalo kita menang!”
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
“Baiklah, tim putih, kalian akan berkemah di tempat paling selatan pulau ini, tim hitam, kalian akan berkemah di paling utara. Tantangan dimulai sekarang!” seru Ryan.
Semua kontestan berlari menuju tempat kemah mereka masing-masing.
Tim hitam berlari menuju tempat kemah mereka, sedangkan Miranda dan Luna memisahkan diri tanpa sengaja.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Luna: “Miranda dan aku memutuskan untuk mengambil buah di pulau ini, untuk kita makan.”
Miranda: “Ya, buat pencuci mulut.”
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tim putih tiba di tempat kemah mereka.
“Apa semuanya udah ada?” tanya Carlos.
“Udah semua!” seru Audrina.
“Lho, siapa yang pesan pizza?” tanya Johan.
“Siapa yang pesan Quadza dengan Cheesybites?” tanya seorang pengantar dari Pizza Hut.
“Kami, pak!” jawab seorang kameraman.
“Apa-apaan, ga ada pizza di gudang! Gue ga nyangka Ryan begitu pelit!” kata Lil Shawna.
“Oke, apa kita akan makan Indomie sekarang?” tanya Oli.
“Nanti malam!” jawab Carlos, Johan dan Snookie.
Tim hitam telah menyiapkan tenda mereka.
“Baik, semua udah, tinggal urusan makanan.” kata Timothy.
“Timothy, kita ga bawa makanan buat makan malam, kecuali sereal untuk sarapan.” kata Rachel.
“Kita bisa berburu lah!” kata Timothy.
“Gue rasa ada yang kurang…” kata Taylor.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Taylor: “Ternyata Miranda dan Luna ga bersama kita! Gue berniat mau nyari, tapi Timothy ga memperbolehkan. Dia bilang bahwa semuanya udah ada. Dia ga nyadar ya?”
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
“Nah, udah terkumpul buahnya!” kata Luna.
“Sekarang mari kita lanjutkan perjalanan kita!” kata Miranda.
“Miranda, mereka ternyata udah pergi.” kata Luna.
“Oh tidak! Teman-teman!!” teriak Miranda.
Pada jam tujuh malam, semua anggota tim putih sedang memasak Indomie goreng.
“Lho, mana Katie?” tanya Felicia.
“Katanya dia mau buang air, tapi ia belum kembali juga.” jawab Lil Shawna.
“Oke, udah matang, kita sajikan!” kata Audrina sambil menyajikan mie goreng tersebut.
Semua anggota tim putih kecuali Katie yang belum tiba mengambil sepiring Indomie goreng masing-masing.
“Selamat makan!” seru semuanya. Lalu mereka mulai makan.
Tim hitam sedang membakar ikan untuk makan malam mereka.
“Timothy, kenapa loe ga ngambil Indomie coba?! Tim putih ngambil Indomie, mereka bisa makan mie goreng yang enak! Sedangkan, kita cuma makan ikan bakar!” kata Rachel.
“Rachel, tim putih sepertinya belum tahu kalo ada zat pengawet yang bukan untuk makanan.” kata Timothy.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Rachel: “Sejujurnya, gue ga percaya banget kalo Indomie itu mengandung bahan pengawet yang mungkin berbahaya banget. Indomie aman, kok!”
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kembali ke tim putih, mereka baru selesai menikmati Indomie goreng.
“Yum, gue kenyang!” kata Felicia.
“Kalo tim hitam makannya apa ya?” tanya Oli.
“Kalo menurutku, mereka pasti ga makan mie.” jawab Johan.
Lalu seekor beruang tiba dan mencoba untuk memakan mie goreng terakhir.
“Hei, jangan makan, beruang bodoh! Ini buat Katie!” teriak Lil Shawna.
Lalu beruang tersebut marah dan mulai mengejar ketujuh anggota tim putih.
“Ke atas pohon!” teriak Carlos sambil memakai helmnya.
“AAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRGH!!!!!” teriak semua anggota tim putih naik ke atas pohon.
“Tunggu, siapa yang ngusulin untuk naik ke pohon!” teriak Lil Shawna.
“Ya, biar kita selamat dari beruang lah!” teriak Carlos.
“Teman-teman, kita ga boleh panik, ga boleh marah, apalagi bertengkar.” kata Oli.
“Ya, lagipula mie terakhir ini buat Katie yang belum balik-balik juga!” teriak Snookie.
“AAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRGH!!!” teriak Lil Shawna terjatuh.
“Lil Shawna!!” teriak Audrina, Snookie dan Felicia.
“AAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRRGH!!!” teriak Lil Shawna saat akan diserang oleh beruang tersebut.
“Hei, loe ga apa-apa, kan?” suara Katie terdengar.
Lil Shawna menyadari bahwa Katie sedang menyamar sebagai beruang “Katie, apa itu kau?”
Katie melepaskan kostum beruangnya. “Ya iyalah, gue cuma bercanda kok!”
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Katie: “Hi hi hi, gue akhirnya berhasil ngerjain teman setim gue sendiri! Gue berhasil menakuti-nakuti mereka dengan kostum beruang!”
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kembali ke tim hitam, mereka baru selesai menikmati makan malam mereka.
“Hei, gue rasa tantangan ini ga akan rame kalo ga ada… CERITA SERAM!” kata Timothy.
“Usul yang bagus, Timothy, siapa yang punya cerita seram?” tanya Rachel.
“Gue punya, gue akan ceritakan, ini merupakan kisah nyata…” jawab Timothy.
“Baiklah, kami siap!” kata Rachel.
“Pada suatu hari, ada seorang cewek yang mengunjungi sebuah mansion dimana sebuah pesta akan dihadirinya. Setelah ia masuk, ia menemukan banyak sekali MAYAT di mansion tersebut!” jelas Timothy.
“Aduh, gue takut!” kata Taylor.
“Jangan nakut-nakutin!” teriak William.
Timothy melanjutkan “Lalu ia menemukan seorang pembunuh yang mempunyai pedang salib, dan ia akhirnya TERBUNUH MENGENASKAN DENGAN BANYAK SEKALI DARAH!!!”
“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRRRRGH!!!!” teriak semuanya kecuali Timothy.
“HA HA HA HA HA!!! Itu bukan kisah nyata, itu cuma cerita kok!” teriak Timothy tertawa.
“Timothy, tadi itu ga lucu! Loe udah nakuti-nakutin kami dengan cerita loe yang seram dan *disensor* itu!” teriak Rachel. Lalu muncul suara petir, dan Rachel ketakutan dan tanpa sadar memeluk Timothy.
Katie baru selesai menikmati mie gorengnya.
“Jadi loe ketemu seekor beruang?” tanya Lil Shawna.
“Ya, ia ngejar gue sih, tapi gue udah jauh banget ninggalinnya.” jawab Katie.
Lalu seekor beruang datang.
“Um, hello, kau pasti orang yang menyamar sebagai beruang!” kata Carlos.
“Carlos, kurasa itu beruang yang asli!” kata Oli.
“Oli, kalem, dia cuma orang yang lagi nyamar!” kata Carlos sambil mencabut kostum beruang tersebut yang ternyata ia mencabut bulunya. “Um…, Oli, kau benar, ini beruang yang asli!”
Lalu beruang tersebut mengamuk.
“KE ATAS POHON!” teriak Snookie.
“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRRRGH!!!!” teriak semua anggota tim putih memanjat pohon cepat-cepat.
Namun beruang tersebut masih mengincar mereka.
Kembali ke tim hitam, Taylor keluar dari tenda.
“Gue ingin buang air.” kata Taylor, lalu saat ia akan melangkah, seekor kelelawar menutupi kedua matanya dan tanpa sengaja membakar tenda tim hitam.
Semua anggota tim hitam keluar dari tenda.
“Taylor, loe ngapain!?” teriak Rachel.
“Kelelawar nutupin mata gue!” teriak Taylor.
“Rachel, kita masih bisa tidur kok!” kata Timothy.
“Tapi kita ga akan tidur di tenda, bodoh!” teriak Rachel. Lalu hujan turun, dan ia mengatakan “*DISENSOR*!!!”
“Miranda, aku takut!” teriak Luna.
“Aku juga, Luna!” teriak Miranda.
“Kita berdoa aja biar kita bisa tidur dengan tenang!” kata Luna.
“Ya, moga-moga kita ga terganggu.” kata Miranda.
Sementara semua anggota tim putih harus tertidur di atas pohon karena beruang yang mengamuk.
Keesokan harinya, Timothy baru bangun dan menyadari bahwa Rachel tanpa sengaja menyentuh dadanya.
“Selamat pagi, Princess.” sapa Timothy.
“Oh Tuhan! Gue nyentuh dada loe!?” teriak Rachel terbangun dan menyadarinya.
Semua anggota tim hitam terbangun dan menyiapkan sarapan mereka.
“Teman-teman, kita harus sarapan cepat dan duluan ke kuil!” teriak Timothy.
“AAAAAAAAAAARRRRRRRRRGH!!!” teriak Oli terjatuh dari atas pohon saat ia baru bangun.
“Oli, kau ga apa-apa, bro?” tanya Carlos.
“Gue ga apa-apa, Cuma gue dapet luka.” jawab Oli.
Lalu Carlos mengambil kotak obat dan mengobati Oli. “Ini, udah lebih baik.”
“Halo, kapten, gue rasa kita harus cepat-cepat kembali ke kuil!” teriak Snookie.
“Loe benar! Ayo!” teriak Carlos.
“Semuanya, bangun!” teriak Snookie.
Tim hitam akhirnya tiba di kuil Campfire duluan tanpa Miranda dan Luna.
“Yes, kita yang pertama!” teriak Rachel.
Lalu tim putih tiba.
“Oh, udah gue bilang, kita harus cepat-cepat, kalo ga kayak sekarang, kita kalah!” teriak Snookie.
“Ga secepat itu, tim hitam ada dua orang yang kurang.” kata Ryan.
“Udah gue bilang, kita harus cari Miranda dan Luna!” teriak Taylor.
“Oh ya, Miranda dan Luna, gue lupa tentang mereka!” teriak Rachel.
Lalu Miranda dan Luna tiba.
“Hei, semua!” sapa Miranda.
“Kita akhirnya tiba!” kata Luna.
“Tadi itu menegangkan banget!” kata Miranda.
“Gue rasa kita akan menjadi sahabat selamanya!” teriak Luna.
“Loe mau tau ketegangan apalagi yang akan loe rasa? Gara-gara loe berdua, kita kalah!!” teriak Rachel.
“Ya, tim putih pemenangnya! Kalian mendapatkan hadiah 10 film Blu-Ray dan 3D Blu-Ray! Judul-judulnya: Alice in Wonderland, Resident Evil: Afterlife, Cloudy With a Chance of Meatballs, The Last Airbender, Avatar, The Sorcerer’s Apprentice, The Last Song, Kick-Ass, The Twilight Saga: Eclipse dan Camp Rock 2: The Final Jam, dan Sony Blu-Ray player terbaru! Kalian bisa nonton!” teriak Ryan.
“MARI KITA NONTON FILM!” teriak Carlos.
“YEAAAAAAAAAAAAAAHH!!!” teriak semua anggota tim putih berlari ke kabin mereka.
Sementara itu, semua anggota tim hitam marah kepada Miranda dan Luna.
“Baiklah, film mana yang akan kita tonton terlebih dahulu?” tanya Audrina.
“Kurasa kita harus nonton Camp Rock 2: The Final Jam!” jawab Felicia.
“Nonton The Last Song aja!” jawab Carlos.
“Atau ga Resident Evil: Afterlife!” usul Oli.
“Nanti aja lah, kita bakal nonton malam!” kata Snookie.
Pada jam sembilan malam, tim hitam tiba di kuil Campfire.
“Tim hitam, kalian lagi-lagi dikalahkan oleh tim putih dan sekali lagi, kalian adalah tim terlemah pada episode kali ini. Saya tidak akan kasih tahu, saya akan membagikan tujuh tusuk sate. Pertama, saya akan berikan sate ini kepada Rachel. Lalu, Dominic, William, Taylor, Gustav dan Timothy.” kata Ryan.
Miranda dan Luna sama-sama khawatir bahwa salah satu dari mereka akan pulang.
“Miranda, Luna, kalian adalah anggota paling terlemah dan salah satu dari kalian memiliki vote terbanyak. Saya akan langsung memberikan sate terakhir ini dan selamat untuk… Miranda, kau berhak tinggal selama satu episode lagi.” jelas Ryan.
“Kenapa Luna!? Kenapa harus dia!?” teriak Miranda.
“Ini bener-bener ga adil! Loe harus berjuang sendiri, Miranda!” kata Luna.
“Luna, aku ga bisa melakukan ini tanpamu!” kata Miranda.
“Miranda, loe benar-benar dermawan, loe harus berjuang, demi aku!” kata Luna.
“Luna, jangan pergi!” teriak Miranda.
“Maaf, Miranda, aku harus pergi, aku akan merindukanmu!” teriak Luna.
“Aku juga akan merindukanmu!” teriak Miranda.
“Selamat berjuang, Miranda, berusaha sampai akhir!” teriak Luna.
“Iya, Luna, aku akan berjuang! Dadah!” teriak Miranda menangis.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Selanjutnya di Top Reality, kedua tim membicarakan apa yang mereka takuti.
“EWWWW! Maksudku, makasih, aku udah kenyang.” kata Rachel.
“Gue fobia sama ulat, apalagi ular!” jawab Dominic.
“Aku takut dengan wig bekas potongan rambut.” kata Miranda masih bersedih.
“Baiklah, gue berubah pikiran, wig bekas potongan rambut lebih buruk daripada ketinggian!” kata Felicia.
“Baiklah, gue takut sama Dora the Explorer.” jawab Timothy.
Namun, ketakutan mereka menjadi tantangan.
“…kalian masing-masing memiliki ketakutan, dan ketakutan ini akan menjadi tantangan kalian!” jelas Ryan.
Rachel mengakui bahwa ia tidak takut apapun.
“Apa? Gue? Gue ga takut apa-apa!” kata Rachel.
Pada akhirnya, salah satu dari mereka akan dipulangkan.

Comments

Popular Posts