Top Reality Episode 15

Top Reality is classified PG, for general reading but some scenes may be unsuitable for children

“Sebelumnya di Top Reality, kesebelas kontestan kedatangan seorang aktor yang bernama Nigel, ia menyamar sebagai orang bertopeng yang akan mencari kontestan dalam tantangan petak umpet. Snookie berhasil menang dengan membantu Nigel menemukan Carlos dan Oli, dan Lil Shawna juga menang karena ia menyentuh tiang kuil duluan dan ia juga bersembunyi di dalam laut. Pada akhirnya, Oli dan Taylor tereliminasi secara mengejutkan yang mengarah kepada eliminasi ganda dan membuat Carlos dan Dominic sangat shock. Siapakah yang akan tereliminasi berikutnya? Kita lihat saja di episode kali ini dalam Top Reality!” jelas Ryan.

Twelve contestants
One Winner
One billion Rupiah Cash Prize
 Who will win?

Top Reality


Episode 15
Keesokan harinya, Dominic dan Carlos masih sedih karena kehilangan Oli dan Taylor tadi malam, semangat mereka berkurang.
“Taylor!! Gue cinta loe!” teriak Dominic sambil menangis.
Sementara Carlos baru menerima SMS dari Oli, lalu ia kembali bersedih.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Carlos: “Aku ga percaya! Tadi malam temanku, Oli tereliminasi bersama Taylor, ini benar-benar ga adil, masa harus eliminasi ganda?!”
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Lalu Timothy datang dan berkata “Carlos, loe ngapain mikirin teman yang kayak gitu!? Dia ingin mementingkan dirinya sendiri!”
“Jangan berkata tentang itu pada Oli!” kata Carlos.
“Loe tau, gue benci orang yang kayak gitu, loe juga sama aja dengan Oli, kalian benar-benar bull*disensor*!!” teriak Timothy.
“DIAM LOE!” teriak Carlos.
“LOE YANG DIEM!” teriak Timothy.
“Loe ga tau perasaanku, aku udah kehilangan teman, tapi kau terus mengejeknya, loe benar-benar *disensor*!” teriak Carlos, lalu ia memukul cermin.
Lalu Lil Shawna datang dan terkejut “Carlos, apa yang loe lakukan!?” teriaknya.
“Dia terus aja membela temannya yang *disensor* itu.” kata Timothy.
“Timothy, loe ga boleh ngomong kayak gitu! Carlos udah benar-benar kehilangan sahabatnya! Gue akan ngawasin lu!” kata Lil Shawna.
“Baik!” kata Timothy.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Lil Shawna: “Gue tegur Timothy setelah ia berkata-kata hal yang kasar pada Oli, sahabatnya Carlos.”
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
“Carlos, loe ga apa-apa?” tanya Lil Shawna.
“Timothy emang udah *disensor*!” jawab Carlos.
“Tak apa-apa, jangan biarkan Timothy ganggu loe, jangan biarkan dia ganggu loe.” kata Lil Shawna.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Carlos: “Aku udah lebih tenang setelah Lil Shawna berkata ‘Jangan biarkan Timothy ganggu loe’. Kalo dia kalah, aku akan vote dia.”
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Pada jam sembilan pagi, kesembilan kontestan yang tersisa berkumpul di depan gudang.
“Selamat datang di gudang, di sini kalian akan menghadapi tantangan berikutnya, kalian akan mengendarai ATV!” seru Ryan.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Carlos: “ATV! Ini membuatku makin semangat setelah Timothy mengejekku, kalo aku menang, aku akan suruh semuanya untuk vote Timothy.”
Timothy: “Carlos sepertinya ingin gue tereliminasi, gue ga akan membiarkan itu terjadi, gue akan menyuruh semuanya untuk vote Carlos kalo gue menang.”
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
“Baik, kalian memang akan mengendarai ATV, namun kalian harus merakit ATV kalian sendiri!” kata Ryan.
“APA!?” teriak semua kontestan.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Felicia: “Kenapa kita harus membuat ATV kita sendiri? Kenapa ga disediain coba?”
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
“Kalian harus merakit ATV kalian sendiri, namun kalian hanya punya satu setengah jam untuk merakitnya, bahan-bahannya sudah disediakan di dalam gudang. Kalian harus mulai merakit dari sekarang!” jelas Ryan. Waktu satu setengah jam sudah dimulai, semuanya mengambil bahan-bahan untuk ATV mereka masing-masing.
“Hei, ini buku bagaimana cara membuat ATV yang benar.” kata Snookie.
“Merakit, bu.” kata Felicia membenarkan.
“Sama aja, Felicia. Oh ya, gue akan membiarkan loe menang pada tantangan episode kali ini dan mengamankan loe dari eliminasi dan loe akan lolos ke episode berikutnya.” kata Snookie.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Felicia: “Wow, ternyata Snookie ada sisi baiknya, dia akan biarkan gue menang dan lolos ke episode berikutnya!”
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sementara itu, Carlos sedang memasang ban pada ATV-nya, tapi bannya terus copot.
“Carlos, bolehkah aku bantu?” tanya Johan.
“Ga usah, aku bisa.” kata Carlos, ia memasang ban lagi, dan copot lagi.
“Kurasa kau butuh bantuan.” kata Johan sambil memasangkan ban pada ATV-nya Carlos.
“Aduh, masa aku ga bisa masang ban sendiri.” kata Carlos.
“Carlos, kudengar kau habis bertengkar dengan Timothy.” kata Johan.
“Yang benar adu mulut, dia ngejek Oli, oh ya, kalo kau kalah, kau harus vote Timothy, oke?” kata Carlos.
“Oke!” jawab Johan.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Timothy: “Ternyata Carlos mengandalkan Johan, gue akan mengandalkan Dominic dan kontestan lainnya, dengan pengecualian Lil Shawna, karena dia udah pasti vote gue.”
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Timothy menemui Dominic yang masih bersedih.
“Dominic!” panggil Timothy.
“Ya?” jawab Dominic.
Lalu Timothy berbisik kepada Dominic untuk vote Carlos jika ia kalah.
“Oh ya.” kata Dominic.
“EMPAT PULUH LIMA MENIT LAGI!” seru Ryan.
“Oh tidak, gue harus selesaiin ATV gue dulu.” kata Timothy.
Lil Shawna mengetes pedal gasnya.
“Hai, Lil Shawna.” sapa Katie.
“Hai, Katie.” sapa Lil Shawna ketakutan.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Lil Shawna: “Sejujurnya, gue takut kalo naik, eh, bukan naik, maksud gue mengendarai motor, termasuk ATV.”
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
“Loe ga naik ATV loe?” tanya Katie.
“Ga, gue takut.” jawab Lil Shawna.
“Ayolah, ini akan menyenangkan!” teriak Katie memaksa Lil Shawna naik ATV-nya, ia pun juga naik, lalu ia menginjak pedal gas dan ATV Lil Shawna mulai berjalan.
“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRRGH!!!” teriak Lil Shawna.
“YII HAA!!” teriak Katie.
“SEPULUH MENIT LAGI!” seru Ryan.
Carlos, Dominic, Felicia, Johan, Miranda, Snookie dan Timothy hampir menyelesaikan merakit ATV mereka masing-masing.
“Sepertinya mereka sudah selesai, saya lihat dulu.” kata Ryan. Ia menemui Snookie dan melihat ATV-nya. “Wow, ini terlihat sangat cepat.”
“Yup, ATV gue dinamai Magnum, namanya diambil dari sebuah nama Mini 4WD dari Let’s and Go.” kata Snookie.
“Wow, ini pasti sangat cepat, selanjutnya.” kata Ryan. Lalu ia menemui Johan dan melihat ATV-nya.
“Ryan, ATV ini kuberi nama Football ATV, ini adalah ATV khusus untuk para penggemar bola.” kata Johan.
“Tapi ATV ini bukan untuk main sepak bola.” kata Ryan. Lalu ia beralih ke Carlos dan melihat ATV-nya “Wow, ATV-nya telihat untuk agen rahasia.”
“Ya, namanya juga ATV for Teen Secret Agent, aku menamai ATV-ku kayak gini soalnya ada salah satu temanku yang bekerja sebagai agen rahasia remaja, alias Teen Secret Agent. Oh ya, Oli, kalo kau menonton ini, bilang pada *disensor* kalo aku buat ini untuknya!” kata Carlos.
“Wow, bagus, baik kita ke ATV selanjutnya!” kata Ryan. Ia menemui Miranda dan melihat ATV-nya.
“Aku namakan ATV-ku sebagai Fun Machine, jika menaiki ATV ini, kau akan merasa bersenang-senang.”  kata Miranda,
“Wow, nama yang bagus.” kata Ryan. Lalu ia menemui Timothy dan melihat ATV-nya.
“Gue namain ATV gue sebagai Lethal Weapon!” kata Timothy.
“Bagus sekali, good job!” kata Ryan. Lalu ia menemui Felicia.
“Gue namain ATV gue sebagai Cute Pegasus, gue udah masang kepala pegasus buatan gue sendiri, dan ta daa!” seru Felicia.
“Wow, lucu sekali, dan terakhir, kita beralih ke Dominic.” kata Ryan. Ia melihat ATV-nya “Sebenarnya, ini sangat biasa saja.”
“Ya, gue namain ATV gue ini Taylor, gue bener-bener rindu dia!” kata Dominic.
“Ya sudah.” kata Ryan.
“Omong-omong, mana Lil Shawna dan Katie?” tanya Johan.
“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRGH!!!!” teriak Lil Shawna.
“MWA HA HA HA HA!!!” teriak Katie menikmati.
Pada tantangan pertama, Felicia akan mengendarai ATVnya Snookie, Carlos akan mengendarai ATVnya Timothy, Dominic akan mengendarai ATVnya Johan, Miranda akan mengendarai ATVnya Dominic, Snookie akan mengendarai ATVnya Carlos, dan Timothy akan mengendarai ATVnya Felicia.
“Ini sangat lemah.” kata Timothy setelah ia menaiki ATVnya Felicia.
“Baiklah, ini tantangan pertama kalian, kalian akan balapan ATV dari sini hingga pantai, apa kalian siap!” jelas Ryan.
“Siap!” seru semua kontestan.
“Bersedia, SIAP, MULAI!” seru Ryan.
Semua kontestan mulai mengebut dan pergi dari garis start, kecuali Carlos yang berusaha menginjak pedal gas yang ternyata adalah rem.
“Oh, ayolah!” teriak Carlos.
Felicia mulai memimpin setelah ia menyusul Timothy dan Johan.
Miranda menyadari bahwa salah satu sekrup pada ATVnya Dominic terjatuh. “Oh, TIDAK!!!” Lalu ia terjatuh.
Snookie melompati Miranda dan menyusulnya.
Kembali ke Carlos, ia masih mencari gas yang sebenarnya “Ayolah, aku akan coba nekan rem kanan!” Lalu ia menekan rem kanan yang ternyata adalah pedal gas yang sebenarnya. “AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRRRGH!!!!” Ia langsung mengebut dengan kecepatan maksimal dan menabrak Johan dan Dominic dan membuat mereka gugur.
Felicia akhirnya tiba di garis finish, disusul oleh Snookie dan Timothy, lalu Carlos juga tiba di garis finish, namun ia masih mengebut.
“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRRRGH!!! Gimana menghentikannya!?” teriak Carlos.
“Injak rem yang dikira pedal gas!” teriak Timothy.
Carlos menginjak pedal gas yang dianggap sebagai rem dan akhirnya ia berhenti.
“Carlos, Felicia, Snookie dan Timothy, selamat, kalian lolos babak pertama, kalian akan balapan lagi, dan yang berhasil pertama akan mendapatkan MacBook Air! Tapi, jika kalian yang terakhir tiba di garis finish berarti kalian akan langsung dieliminasi! Jadi berhati-hatilah.” jelas Ryan.
“Bolehkah kami memakai ATV masing-masing?” tanya Carlos.
“Ya, kalian akan memakai ATV buatan kalian sendiri!” jawab Ryan.
“Saya akan jelaskan peraturannya, kalian akan mulai dari garis start, kalian harus menghindari bahan peledak yang sudah ditanam di dalam tanah yang akan membuat kalian gugur, selanjutnya kalian harus melewati jalan yang sudah dilumuri oli yang sangat licin, terakhir, kalian harus melompati kolam penuh dengan piranha dan kalian akan tiba di garis finish!” jelas Ryan.
“Baik, gue siap!” kata Felicia.
“Begitu juga dengan aku!” kata Carlos.
“Hei, sama dong!” kata Felicia.
“Felicia, loe lewatin rintangan-rintangan itu dan biarkan gue menang!” kata Snookie.
“Oke.” kata Felicia.
“Bersedia, SIAP, MULAI!” teriak Ryan.
Carlos, Felicia, Snookie dan Timothy melewati garis start dan mulai mengebut.
Carlos melewati bom tanah, namun ia terkena bom tersebut “AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRRGH!!!” Ia terlempar bersamaan dengan ATV-nya dan ia terjatuh.
Felicia, Snookie dan Timothy berhasil menghindari bom tersebut, lalu mereka harus melewati jalan yang sudah dilumuri oleh oli yang licin.
“Ini mah gampang!” kata Timothy, ia langsung mengebut, namun ATV-nya terpeleset dan ia terjatuh dan badannya dilumuri oleh oli.
“YEE HAA!” seru Felicia berhasil melewati jalan tersebut begitu juga dengan Snookie. Felicia melewati kolam yang penuh dengan piranha, ia mengebut untuk mengusir piranha-piranha tersebut, namun ia tersangkut saat akan keluar dari kolam.
Snookie melompati kolam tersebut dan tiba di garis finish!
“YEAAAAAAAAAAH! Kita lolos, yeaah!” teriak Felicia saat ia tiba di garis finish.
Namun Snookie mulai kesal.
“Ehem, Felicia, karena Carlos dan Timothy telah gugur dan tidak melewati garis finish, kau yang terakhir sampai, berarti kau telah DIELIMINASI!” kata Ryan.
“Apa maksudmu?” tanya Felicia.
“Ehem, yang terakhir sampai garis finish kan dieliminasi.” jawab Snookie.
“Tapi gimana dengan finalnya?” tanya Felicia.
Lalu Snookie tertawa “Gue lolos ke episode selanjutnya, berarti gue ga bisa nyelamatin loe! Gue cuma ngandalin loe sebagai sahabat gue, sekarang ga lagi.” jawabnya.
“Maksud loe…” kata Felicia.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Felicia: “AH! Ternyata si Snookie itu benar-benar kejam, gue jadi marah padanya. Apalagi, dia bukan orang yang baik!”
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
“Gue udah nolongin loe pada kompetisi ini dan loe ga suka gue!?” kata Felicia.
“Gue ga suka loe, kita kan ke sini bukan untuk cari teman, melainkan untuk mendapatkan uang, termasuk MacBook Air yang udah gue dapet.” kata Snookie.
Kontestan yang lainnya kaget.
“Loe bener-bener kejam, ya! Dan apa yang dibicarakan tentangmu oleh yang lain itu nyata! Bener-bener nyata! LOE BENER-BENER *DISENSOR DALAM JANGKA WAKTU YANG LAMA*!!!!!!!!!” teriak Felicia sambil mengacungkan jari tengahnya pada Snookie.
Snookie kaget, lalu semuanya juga ikut kaget, termasuk Ryan.
“Gue selalu bilang kalo itu salah, karena kita adalah sahabat! Dan mereka benar, apapun yang dibicarakan tentang loe itu benar! LOE BENER-BENER *DISENSOR DALAM JANGKA WAKTU YANG LAMA*!!!!!!!! Dan tebaklah!? Gue ga mau jadi sahabat loe lagi!! Gue mending menjadi sahabat Carlos ataupun Timothy. Dan N.B: Sepatu loe benar-benar tai!” teriak Felicia.
“MWA HA HA HA HA HA!!!!” tawa semuanya.
“Terserah apa kata loe lah!” teriak Snookie.
“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRGH!!!” teriak Lil Shawna datang, lalu ia dan Katie menabrak jembatan dan terlempar ke laut.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Felicia: “Kalo gue dieliminasi…, berarti gue ga akan ketemu Snookie lagi, YIPEEE! *disensor*”
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Menjelang adzan Maghrib, Felicia sudah mengemas barangnya dan siap melangkah menuju Dermaga Penyesalan.
“Dadah, Lil Shawna, dadah,  Miranda, gue bakal rindu loe.” kata Felicia.
“Jaga diri, teman, kalo loe masih marah, gue akan mengalahkan Snookie.” kata Lil Shawna.
“Beneran? Jangan lupa tendang bokongnya untukku!” kata Felicia. Ia menemui Timothy, Dominic dan Johan. “Dadah, para cowok, gue akan rindu loe bertiga.” Lalu ia menemui Carlos “Carlos, gue akan paling rindu loe.”
Lalu Carlos memeluk Felicia “Felicia, kau udah jadi salah satu sahabatku, di episode sebelumnya, Oli, tapi hari ini malah kau yang tereliminasi!” katanya.
“Carlos, menangkan satu milyar Rupiah demi gue, oke?” kata Felicia.
“Oke, katamu sama dengan apa yang Oli katakan pada episode sebelumnya.” kata Carlos melepas pelukannya.
“Dadah, Carlos.” ucap Felicia, lalu ia menemui Snookie “Semoga berhasil, Snookie, semoga Tuhan mengizinkan loe menang?”
“Terserah apa kata loe, gue pasti akan menang!” kata Snookie.
“Ah, akhirnya, gue akan pergi.” kata Felicia. Lalu ia menaiki kapal dan pulang.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Selanjutnya di Top Reality, kedelapan kontestan yang tersisa baru saja menonton Blu-Ray bajakan Saw 3D.
“Kenapa dia ngasih Blu-Ray bajakan dari Saw 3D, coba?” tanya Timothy.
“Blu-Ray aslinya belum keluar, bodoh.” jawab Snookie.
Namun, mereka harus lolos dari si pembunuh berantai.
“Hei, apa ini??” tanya Katie sambil mengambil sebuah koran yang mungkin dijatuhkan oleh Ryan. Ia membaca koran tersebut, begitu juga dengan semuanya “Semuanya, lihat! Seorang pembunuh berantai kabur dari penjara, ia sedang menuju lokasi taping Top Reality.”
“Ini mungkin tantangan untuk kita semua.” kata Timothy.
Dan bersiaplah untuk tantangan horror di Top Reality.
“Tunggu, Ryan ingin kita semua mati!” teriak Johan, lalu ia dan Miranda berteriak “AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRRRRRRGH!!!!”
“LARI!” teriak Johan langsung lari “AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRGH!!!” Lalu ia jatuh ke dalam laut.
“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRRRGH!!!!” teriak Miranda.
Snookie akan membuka handuknya, tapi sebuah kamera masih merekamnya “Halo, gue mau mandi, tolong matiin kameranya!” kata Snookie. Lalu ia menjadi ketakutan, dan akhirnya ia bertemu Nigel yang menjadi pembunuh berantainya. “AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRRRRRRRGH!!!!!!!!!!”
Pada akhirnya, salah satu dari mereka akan tereliminasi.

Comments

Popular Posts